Selamat membaca
Sebelum Bisnis Property Yuk Kenalilah Istilah Dalam Dunia Property
semoga bermanfaat

Halaman Utama

Sebelum Bisnis Property Yuk Kenalilah Istilah Dalam Dunia Property

Bersedekahlah untuk Mempercepat Rejeki dan Menjauhkan dari Bala dan Musibah

Sebelum Bisnis Property Yuk Kenalilah Istilah Dalam Dunia Property

Sahabat ekomunikasi sebelum terjuan ke bisnis property yuk kita baca dan simak beberapa istilah yang akan kita lihat atau temukan nanti.

-Agunan (collateral)
Jaminan yang diserahkan nasabah (debitur) kepada bank agar mendapatkan kredit atau pembiayaan.

-Amortisasi (amortization)
Pengurangan utang dengan pembayaran pokok dan bunga secara teratur dengan jumlah tertentu sehingga pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo.

-Anchor tenant
Tenant utama atau penyewa ruang dengan skala besar di sebuah proyek properti komersial seperti mal, yang bisa menarik pengunjung untuk datang.

-Anuitas Rest
Perhitungan pembebanan bunga efektif dengan periode tahunan. Jika debitur membayar lebih untuk mengurangi pokok kredit, maka dengan sendirinya akan mendapatpengurangan beban dan pastinya waktu pelunasan akan berakhir lebih cepat dari tenor (masa cicilan).

-Arus Kas (Cash Flow)
Aliran dana yang menunjukkan sumber dana dan penggunaan dana.

-Backlog
Kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat.

-Booming Properti
Kondisi ketika terjadi peningkatan tinggi aktivitas investasi properti.

-Bunga tetap (Flat rate)
Bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjaman dan angsuran pokok juga akan sama sampai pinjaman lunas.

-Bunga mengambang (Floating rate)
Tingkat suku bunga tiap bulan dapat berbeda, tergantung dari naik turunnya suku bunga bank.

-Capital Gain
Keuntungan dari hasil penjualan properti, dibandingkan dengan harga saat membeli.

-Cluster
Pengelompokan beberapa rumah di dalam sebuah kompleks perumahan, biasanya dengan karakter arsitektur tertentu yang dibuat eksklusif, dengan sistem one gate.

-Cost and Fee  
Sistem yang diberlakukan kontraktor untuk pengerjaan pembangunan/suatu proyek berdasarkan bagi hasil (biasanya 10% – 15%), dimana harga-harga material, desain, dan upah tenaga kerja, mengikuti atau dapat berubah selama proyek belum selesai. Biasanya sistem ini merugikan pemilik atau developer, karena jika kontraktor nakal, maka pengerjaan akan diulur-ulur, sehingga budget membengkak dan tentu fee bagi si kontraktor juga ikut membesar.

-Cut and fill
Pengolahan lahan agar rata, tidak berbukit-bukit.

-Earlybird
Membeli properti saat baru dipasarkan pengembang. Biasanya pengembang menawarkan harga khusus dengan sejumlah kemudahan dan diskon.

-Fixed Cost and Fee
Hampir sama dengan sistem cost and fee, hanya saja fee yang ditetapkan bagi kontraktor tetap berdasarkan kesepakatan awal dan tidak mengalami perubahan, kecuali perubahan dilakukan oleh pemilik properti. Cara ini merupakan yang terbaik bagi kedua belah pihak.

-Groundbreaking
Penggalian pondasi bangunan, sebagai tahap dimulainya sebuah proyek properti.

-Hand over (turn key)
Serah terima unit dari pengembang ke pembeli.

-Indent
Pembelian dengan pemesanan terlebih dahulu.

-Kopel
Deretan dua atau lebih rumah dimana dinding pembatasnya menyatu/berhimpitan. Biasa dipakai di perumahan menengah ke bawah.

-Loan (Pinjaman)
Dana yang disediakan bank untuk nasabah dengan pemberian bunga dalam jumlah tertentu, yang harus dilunasi dengan cara mencicil dalam waktu yang telah ditentukan.

-Mixed-used Development
Proyek properti dimana di dalamnya terdapat beberapa fungsi, seperti hunian, komersial, dan perkantoran.

-Okupansi
Jumlah unit yang tersewa atau terisi dalam sebuah properti sewa, seperti mal, perkantoran, atau hotel.

-Peruntukan
Penggunaan fungsi ruang pada daerah/lingkungan yang ditetapkan oleh rencana tata kota. Peruntukan ini menentukan jenis bangunan yang dapat dibangun di daerah tersebut. Peruntukan terbagi menjadi beberapa macam: Wisma Besar, Wisma Sedang, dan Wisma Kecil (rumah tinggal), Wisma Taman, Wisma Flat, Wisma Susun (rumah susun), Peruntukan Karya Pekantoran (Kkt-untuk bangunan kantor), Peruntukan Karya Perdagangan (Kpd-dibangun toko atau pertokoan).

-Ready Stock
Properti dijual dalam keadaan telah terbangun.

-Refinancing (Pembiayaan Ulang)
Mengubah atau mengganti struktur pinjaman lama dengan yang baru. Hal ini dilakukan agar memperoleh suku bunga atau jumlah angsuran yang lebih kecil.

-Service charge  
Biaya yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) setiap bulan untuk layanan yang diberikan pengelola gedung. Biasanya dihitung per meter persegi, berdasarkan besar unit yang dimiliki.

-Sinking fund
Dana yang harus dikeluarkan pemilik/penyewa properti (kantor, mal, apartemen) yang gunakan untuk biaya perawatan gedung dan ruang publik, seperti perawatan lift, pengecatan gedung, dan lain-lain.

-Site plan (rencana tapak)
Gambaran/peta rencana detail sebuah kavling tanah atau bangunan, dengan semua unsur penunjangnya, seperti jalan, air bersih, listrik, pembuangan limbah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.

-Sunrise property
Properti baru yang berkembang dan stabil kenaikan nilainya. Jika mengacu lokasi, maka sunrise property terletak di kawasan baru dan berkembang, kawasan baru dan stabil, dan kawasan modern yang baru direhabilitasi.

-Sunset property
Properti yang berusia tua dengan kualitas menurun dan jelek. Properti dengan ciri-ciri seperti ini kurang baik secara ekonomi.

-Superblok
Kawasan yang digunakan untuk mengintegralkan berbagai fungsi dalam kawasan tersebut, antara lain fasilitas perkantoran, perdagangan, pemukiman, rekreasi, dan lain-lain. Dengan berbagai fungsi dan aktivitas tersebut, kawasan superblok disebut sebagai kota mandiri (self contained city). Bila dilihat dari letaknya yang ada di dalam kota, superblok disebut juga kota di dalam kota (city within city).

-Strata title
Hak kepemilikan bersama atas sebuah kompleks bangunan yang terdiri dari hak ekslusif atas ruang pribadi serta hak bersama atas ruang publik. Artinya, di ruang pribadi (unit apartemen), si pemilik tidak terikat peraturan. Sementara di ruang ruang publik, dia terikat peraturan, karena ruang publik semua penghuni. Biasanya hak seperti ini dimiliki oleh pemilik apartemen.

-Tenor
Jangka waktu cicilan kredit, misalnya lima tahun, sepuluh tahun, dan seterusnya.

-Topping off
Pemasangan atap bangunan sebagai tanda berakhirnya proses konstruksi.
Jaminan yang diserahkan nasabah (debitur) kepada bank agar mendapatkan kredit atau pembiayaan.

Dan bagi sahabat ekomunikasi yg ingin belajar menjadi developer property syariah silahkan cari coach property syariah di Facebook Ansarul Abu Zuhdi. Beliau yang memeberikan mentoring Bisnis Property Sesuai Syariah Tanpa Bank-Tanpa Riba-Tanpa Akad Bermasalah. Mau? Apa Mau Banget? hehehehe.

Semoga sukses dalam bisnis yang berkah sesuai syariat Islam karena "bisnis tidak hanya untung dan rugi tap Surga dan Neraka".

ARTIKEL TERKAIT:

Ditulis Oleh: Eko Purnomo Sedekah Untuk Hidup Yang Lebih Baik Updated at : 07:50

1 comment:

  1. sangat bagus sekali bos http://www.propertyindonesia.co.id/cara-pemasaran-properti-tradisional-digital/

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar sesuai tema, gunakan kata-kata yang bijak dalam berkomentar (no iklan, no porn, no spam). Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM. Terima Kasih.

Pesan Mas Eko

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, Salam Sukses Dunia Menuju syurga. Pergunakanlah media sosial untuk hal yang positif berbagi kebaikan, sesuatu yg bermanfaat dan dapat memotivasi orang lain untuk berbuat kebaikan dan beramal sholeh. #SuksesDuniaAkherat
Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin Path Yahoo RSS Feed


Artikel Populer

Ikuti Saya di Google+

About Me

My Photo
Hidup menjadi lebih berarti jika selalu menghidupkan yang lain
Sukses Dunia Menuju Syurga

Copy Code ini untuk Blog Anda

<!-- Start Code --><a target="_blank" href="http://ekomunikasi.blogspot.com/" title="Sedekah Untuk Hidup Yang Lebih Baik"><img alt="Eko Purnomo" src="http://3.bp.blogspot.com/-ddwd1JDQyso/UxCJjzA8e4I/AAAAAAAAAcA/FYF4-GJ6dSw/s1600/ekomunikasibanner.png" border="0" height="15" width="80" /></a><!-- End Code -->